Skip to main content

BISA KAH?

Bisakah Indonesia sehari saja tanpa demo?
Bisakah Indonesia sehari saja tanpa pertikaian?
Bisakah Indonesia sehari saja tanpa pemberontakan?
Bisakah Indonesia sehari saja tanpa tawuran?

Bisakah Indonesia sehari saja tanpa macet?
Bisakah Indonesia sehari saja tanpa kelaparan?
Bisakah Indonesia sehari saja tanpa kemiskianan?
Bisakah Indonesia sehari saja tanpa masalah?

Bisakah Indonesia sehari saja tanpa keegoisan?
Bisakah Indonesia sehari saja tanpa perpecahan?
Bisakah Indonesia sehari saja tanpa mengeluh?
Bisakah Indonesia sehari saja tanpa aku,kamu,dia atau mereka merasa penguasa?

Bisakah Indonesia sehari saja tanpa anak-anak yang seharusnya duduk dibangku sekolah berkeliaran di amperan jalan,lampu-lampu lalu lintas atau pom bensin?
Bisakah Indonesia sehari saja tanpa orang tua yang menggendong anak-anaknya tidur dipinggiran jalan?
Bisakah Indonesia sehari saja tanpa anak-anak terlantar?
Bisakah Indonesia sehari saja tanpa pengemis?

Bisakah Indonesia sehari saja tanpa kriminalitas?
Bisakah Indonesia sehari saja tanpa kejahatan?
Bisakah Indonesia sehari saja tanpa kekejaman?
Bisakah Indonesia sehari saja tanpa pengangguran?

Bisakah kita sehari saja berjabatan tangan membentuk sebuah lingkaran yang begitu indah untuk bersama-sama merangkul beban?
Bisakah kita tidak sekedar menjadi pengeluh, tetapi bersama-sama mencari jawaban atas segalah masalah?
Bisakah kita tidak sekedar mengkayakan diri sendiri, tetapi juga mengkayakan sesama?

Andai sehari saja Indonesia tanpa perpecahan,pertikaian,kerusuhan,demonstrasi.
Kemiskinan,pengangguran,kriminalitas,kejahatan.
Anak-anak terlantar,tuna wisma,kelaparan.
Atau apa saja istilah-istilah itu yang dirangkul dalam satu kata "MASALAH".
Ya, bisakah Indonesia sehari saja tanpa masalah?

Agar seluruh warga negaranya merasa nyaman menempatinya.
Agar setiap warga negaranya merasa aman berada didalamnya.
Agar seluruh warga negaranya merasa tentram dan damai akan hidupnya.
Dan agar setiap warga negaranya merasa senang,tersenyum tanpa beban.

Masalah mengajarkan kedewasaan?
Tetapi, mengapa malah menjadikan logika kerdil?
Masalah mengajarkan kemandirian?
Tetapi, mengapa malah menjadikan hati sempit?
Masalah mengajarkan agar menjadi sosok yang kuat?
Tetapi, mengapa malah menjadikan sosok yang lemah?

Andai Indonesia sehari saja.
Yah,sehari saja.
Hanya minta sehari saja tanpa pertanyaan-pertanyaan itu semua.
Maka kita dapat melihat betapa manisnya senyuman-senyuman anak bangsa itu.
Tidak ada rasa takut,tangisan,kesedihan.
Semuanya berubah menjadi keceriaan bersama.
Tapi,yah sudahlah.
Sepertinya itu sudah mendarah daging pada bangsa ini.
Bisakah semua dirubah menjadi lebih baik?
BISA! kalau kita mau.
Sekali lagi, "BISA!!!, KALAU KITA MAU".

Comments

Popular posts from this blog

PLN Part 3 ~Tes Potensi Akademik (TPA) & B.Inggris

Akhirnya Tes GAT terlewati, 2 jam di ruang uzian berhasil membuat sedikit agak bernafas lega dan otot-otot serta syaraf yang tegang rileks kembali. Sebelum keluar dari ruangan, panitia sudah mengumumkan bahwa hasil tes akan diumumkan hari itu juga paling lambat sekitar pkl 20:00 wib. Dan bagi peserta yang lanjut dapat mengikuti tes kembali besok di ruangan yang sama. Arghhh..leganya, alhamdulillah semua soal dapat saya jawab dan menyelesaikannya tepat waktu. Yah, meskipun agak sedikit ragu. Karena materi yang dikerjakan hanya sekitar 30% dari buku yang saya beli satu minggu yang lalu di Gramedia :-( Tapi wait..soal gak terlalu sulit kok, yang terpenting anda fokus dan jangan lupa berdo'a sebelum uzian :-) Selesai tes, saya shalat dulu karena belum sempat shalat zuhur tadi sebelum tes. Dan saya pulang... Sesuai arahan panitia, saya mengecek website PLN untuk mengetahui hasil tes. Ternyata belum ada. Dan sekitar pkl 23:00 wib saya buka kembali, ternyata sudah ada ...

Eye Level

Keputusanku untuk kembali ke medan setelah wisuda, bulat sudah. Banyak hal yang sudah difikirkan masak-masak sebelum memutuskan. Bukan gampang! Meninggalkan posisi karier yg terbilang sudah cukup lumayan dari segi apapun. Tapi setiap perjalanan harus ada pengorbanan, don't be egoistic!!! Ada banyak pertimbangan meninggalkan semua rutinitas di Jawa dan hidup entah seperti apa di Medan. Ya, itulah yang ada di benakku tatkala itu. Pertama, keluarga Kini kami hanya tinggal berempat. Ayah adalah bapak dan ibu bagi kami. Rasanya tidak tega harus meninggalkan ayah dan dua adikku setelah ditinggal pergi mama. Mengurus ini dan itu seorang diri. Membereskan segala sesuatunya sendiri. Ya sih masih ada fanny yg dibilang sudah cukup dewasa. Tapi, aku mengenal betul watak fanny dari kecil. Fanny bukan typikal orang yg care abis sama rumah. Care sih tapi gak pakai banget. Belum lagi si Raisya, masih terlalu kecil untuk harus memahami semua ini. Dia akan merasa kesepian karena hanya memiliki...

PLN Part 7 ~Interview

Akhirnya, setelah menunggu lama..pengumuman juga Alhamdulillah, nama saya tidak LULUS diantara para peserta yg masih diperbolehkan tahap berikutnya. Sedih sih dan rasanya itu gak bisa dibilang dengan kata-kata :-((  Tapi yah namanya juga takdir, kita hanya bisa berusaha dan Allah swt yg mengatur semuanya. Jika dilihat perjuangan dari awal, bolos kerja beberapa hari, belajar dari berbagai jenis buku, cari info ke sana ke mari, konsultasi ke dokter gigi, arghhhhhhhhhh...salah apa ini ya? :-(( Tapi ya sudahlah, yang terpenting semua usaha sudah saya kerahkan semaksimal mungkin, hanya saja takdir tidak atau mungkin belum berkehendak dengan saya. Saya yakin, jika PLN ini memang jodoh saya..akan ada masanya semua berjalan mulus. Tetapi jikapun tidak jodoh, saya yakin ada pekerjaan di luar PLN yang sudah menanti saya. Life is not easy but never difficult, just need to try and be stronger than every problem :-) Saya tidak tahu jelasnya dimana letak kegagalan saya, karena tes kali...