Sore itu hujan tak henti-hentinya. Ribuan manusia silih berganti menapaki jalan-jalan becek yang sedari tadi dihiasi sang hujan. Ada yang duduk membisu menunggu redanya hujan, agar melanjutkan perjalanan kembali dengan lancar. Ada yang nekat hujan-hujanan, dengan tak menghiraukan kedatangan sang hujan. Para pengguna motor juga demikian, ada yang berteduh dan bersabar menunggunya hujan reda. Ada pula yang nekat hujan-hujanan, tanpa menghiraukan jalanan licin. Sore itu, mall dipadati pengunjung. Warung-warung kecil dipadati para peneduh hujan. Para pejalan kaki mulai meminggir dari jalanan, tetapi jalan tetap saja macet. Karena para manusia cenderung lebih egois disaat hujan tiba. Mereka berlomba-lomba untuk sampai ditempat tujuan, tanpa memikirkan keselamatan atau kecelakaan apa yang terjadi. Nada terduduk di salah satu pusat perbelanjaan, menunggu hujan yang sedari tadi tak juga reda. Jika ia nekat, maka basahlah seluruh pakaiannya. Dengan khidmat, ia pandangi seisi jalan yang hamp...
"Jika tulisan membuatmu mengenal siapa dirimu dengan baik, maka menulislah..."