Skip to main content

Kuncinya, "SEMANGAT!"

Apa yang terlintas dalam benak anda tentang "Kerja & Kuliah?"Kedua bagian itu sama-sama penting bagi kehidupan. Kerja atau bekerja bisa dibilang sebuah aktivitas yang sudah menjadi sebuah kewajiban bagi hidup, karena dengan bekerja anda akan memperoleh sebuah penghasilan yang bisa memenuhi sarana dan prasarana hidup anda. Baik bekerja dengan orang lain,maupun usaha yang anda buat sendiri (entrepreneur). Sementara kuliah adalah jenjang pendidikan yang membantu anda untuk mendompleng keberhasilan hidup anda dalam bekerja. Banyak ilmu yang bisa anda peroleh pada jenjang tersebut. Tidak hanya itu, bertemu dengan orang2 yang bertugas mendidik anda dengan berbagi pengalaman akan jatuh bangun hidup yang telah mereka jalani, juga sebuah ilmu yang bermanfaat bagi kehidupan anda.

Basicly, orang-orang yang ingin memperoleh pekerjaan terbaik bagi kehidupannya, mereka akan  memilih untuk fokus pada jenjang pendidikannya (kuliah). Dengan harapan, selesai mengecam pendidikannya mereka akan mendapatkan pekerjaan sesuai standard karakteristik yang diharapkan.
Dengan demikian,tugas yang mereka jalankan adalah "Fokus pada perkuliahan".

Masuk kepada inti permasalahan. Senang atau tidak senang, sadar atau tidak sadar, mau atau tidak mau,biaya perguruan tinggi baik negeri maupun swasta semakin hari semakin menjulang tinggi. Sehingga orang2 yang bercita-cita melanjutkan pendidikan mereka harus diundur dahulu demi sebuah biaya yang harus dikumpulkan. Faktanya, secara kasat mata masih banyak anak-anak manusia yang membeli formulir uzian saja tidak mampu. Apalagi harus menyediakan uang registrasi yang bernilai cukup tinggi??? Maka tidak heran, banyak dari kita lebih memilih memutuskan menunda pendidikannya dan beralih ke dunia kerja sesuai standard skill masing-masing orang. Dengan pola fikir, setelah mereka bekerja maka mereka akan memperoleh penghasilan yang bisa dimanfaatkan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Muncul sebuah permasalahan, disaat orang-orang yang memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan mereka tanpa harus berfikir biaya. Mereka akan memilih untuk fokus pada perkuliahannya. Lantas,bagaimana dengan orang-orang yang bekerja, dimana biaya kuliah mereka berasal dari hasil keringat mereka sendiri?
Fokus! nampaknya harus dipecah pada situasi ini. Segala sesuatunya dituntut balance. Tidak bisa salah satu dari keduanya harus dikorbankan. Pilih kuliah atau bekerja? Kalimat ini tidak bisa dilontarkan kepada orang-orang yang berkuliah tetapi sambil bekerja. Kenapa???

Pada situasi tersebut ada titik balik yang saling sinkron,saling membutuhkan satu sama lainnya.
Seseorang yang ingin kuliah harus memiliki biaya, sedangkan biaya yg mereka butuhkan tersebut baru bisa diperoleh setelah mereka bekerja. Atau,seseorang yang ingin mendapatkan penghasilan yang lebih baik dan pekerjaan yang sesuai minat mereka, maka orang tersebut tidak bisa hanya berdiam diri pada pekerjaannya/profesinya sekarang. Orang itu butuh ilmu, maka ilmu butuh biaya. Inilah letak titik balik yang harus saling sinkron itu.
           KULIAH  ---->   BIAYA = BEKERJA
           BEKERJA  --->  PENGHASILAN LEBIH BAIK = ILMU (KULIAH)

Maka tantangan yang diperoleh oleh orang-orang yang kuliah dengan biaya hasil kerja mereka sendiri, akan jauh berbeda dengan orang-orang yang kuliah tanpa memikirkan biaya (peran orang tua).
Seseorang yang berkuliah sambil bekerja, harus membagi pola fikir,energi,waktu dan hal-hal lainnya menjadi balance (seimbang). Dimana mereka dituntut untuk fokus pada pekerjaannya, tetapi juga fokus pada perkuliahannya. Mereka diharuskan disiplin pada pekerjaannya, juga disiplin pada perkuliahannya. Wajib on-time pada pekerjaannya, juga on-time pada perkuliahannya. Belum lagi tugas-tugas yang harus diselesaikan pada deadline yang bersamaan. Serta masih banyak lagi hal-hal yang harus dibagi secara seimbang.

Titik jenuh dan rasa penat terkadang suka menghampiri, hingga menjatuhkan diri pada ambang batas untuk memilih "Bekerja atau Kuliah?"
Sementara dua kalimat itu tidak bisa dipilih salah satunya. Mereka tetap harus berjalan, karena sejatinya kedua kalimat itu saling melengkapi. Lantas, apa yang harus dilakukan jika kondisi seperti itu menghampiri?

"Jaga semangat (keep your spirit)!", itulah jalan satu-satunya.
Semangat mampu meluluhlantakkan rasa bosan/penat/malas menjadi energi-energi positif yang jauh lebih bermanfaat. Memang, melenyapkan semangat jauh lebih mudah ketimbang menghidupkan semangat. But, nothing is impossible. Life is an adventure. Life is full challance. You are not only life for this time, but also for next,next,next time untill your life ends. So, go ahead!

Comments

Popular posts from this blog

PLN Part 3 ~Tes Potensi Akademik (TPA) & B.Inggris

Akhirnya Tes GAT terlewati, 2 jam di ruang uzian berhasil membuat sedikit agak bernafas lega dan otot-otot serta syaraf yang tegang rileks kembali. Sebelum keluar dari ruangan, panitia sudah mengumumkan bahwa hasil tes akan diumumkan hari itu juga paling lambat sekitar pkl 20:00 wib. Dan bagi peserta yang lanjut dapat mengikuti tes kembali besok di ruangan yang sama. Arghhh..leganya, alhamdulillah semua soal dapat saya jawab dan menyelesaikannya tepat waktu. Yah, meskipun agak sedikit ragu. Karena materi yang dikerjakan hanya sekitar 30% dari buku yang saya beli satu minggu yang lalu di Gramedia :-( Tapi wait..soal gak terlalu sulit kok, yang terpenting anda fokus dan jangan lupa berdo'a sebelum uzian :-) Selesai tes, saya shalat dulu karena belum sempat shalat zuhur tadi sebelum tes. Dan saya pulang... Sesuai arahan panitia, saya mengecek website PLN untuk mengetahui hasil tes. Ternyata belum ada. Dan sekitar pkl 23:00 wib saya buka kembali, ternyata sudah ada ...

Eye Level

Keputusanku untuk kembali ke medan setelah wisuda, bulat sudah. Banyak hal yang sudah difikirkan masak-masak sebelum memutuskan. Bukan gampang! Meninggalkan posisi karier yg terbilang sudah cukup lumayan dari segi apapun. Tapi setiap perjalanan harus ada pengorbanan, don't be egoistic!!! Ada banyak pertimbangan meninggalkan semua rutinitas di Jawa dan hidup entah seperti apa di Medan. Ya, itulah yang ada di benakku tatkala itu. Pertama, keluarga Kini kami hanya tinggal berempat. Ayah adalah bapak dan ibu bagi kami. Rasanya tidak tega harus meninggalkan ayah dan dua adikku setelah ditinggal pergi mama. Mengurus ini dan itu seorang diri. Membereskan segala sesuatunya sendiri. Ya sih masih ada fanny yg dibilang sudah cukup dewasa. Tapi, aku mengenal betul watak fanny dari kecil. Fanny bukan typikal orang yg care abis sama rumah. Care sih tapi gak pakai banget. Belum lagi si Raisya, masih terlalu kecil untuk harus memahami semua ini. Dia akan merasa kesepian karena hanya memiliki...

Jadi Orang GEDE Menyenangkan, Tapi Susah Dijalani ~Think Again?

Hellowwwwwww Masih pada semangat kan? Semangat dong! Judulnya boleh 'Ramadhan' , tapi semangatnya harus semangat 'Idul Fitri' dong :-D Saya hanya ingin berbagi bacaan ringan di siang hari ini, yang di copas dari salah satu iklan di stasiun TV. Iklannya cukup unik, menarik dan kata-katanya juga bagus. Ya sudah, daripada penasaran mendingan langsung kita baca Let see and happy read it... :-) ~Versi Cowok Kalo aku udah gede, aku mau jadi eksmud :-) Mau jadi Bos :-D Hari-hari ngomong campur bahasa Inggris... Tiap Juma't pulang kantor, nongkrong bareng sesama eksmud, ngomongin proyek besar biar kelihatan sukses :-D Suara agak digedein, biar kedengaran cewek di meja sebelah :-O Kalo weekend, sarapan di cafe sambil sibuk laptopan... Pesen kopi secangkir harga 40 ribuan, minumnya pelan-pelan biar tahan sampai siang demi wifi gratis. Kalo tanggal tua, pagi-siang-malam makannya mie instan :-D *gue banget :-(( Kalo mau nelpon, bisanya cuma miscall Jadi Ora...