Skip to main content

Posts

Eye Level

Keputusanku untuk kembali ke medan setelah wisuda, bulat sudah. Banyak hal yang sudah difikirkan masak-masak sebelum memutuskan. Bukan gampang! Meninggalkan posisi karier yg terbilang sudah cukup lumayan dari segi apapun. Tapi setiap perjalanan harus ada pengorbanan, don't be egoistic!!! Ada banyak pertimbangan meninggalkan semua rutinitas di Jawa dan hidup entah seperti apa di Medan. Ya, itulah yang ada di benakku tatkala itu. Pertama, keluarga Kini kami hanya tinggal berempat. Ayah adalah bapak dan ibu bagi kami. Rasanya tidak tega harus meninggalkan ayah dan dua adikku setelah ditinggal pergi mama. Mengurus ini dan itu seorang diri. Membereskan segala sesuatunya sendiri. Ya sih masih ada fanny yg dibilang sudah cukup dewasa. Tapi, aku mengenal betul watak fanny dari kecil. Fanny bukan typikal orang yg care abis sama rumah. Care sih tapi gak pakai banget. Belum lagi si Raisya, masih terlalu kecil untuk harus memahami semua ini. Dia akan merasa kesepian karena hanya memiliki...

Hello March ~Menuju Satu Tahun :-(

Hello March, Saya pernah punya kisah yang akan selalu saya kenang selama hidup di bulan anda... Bulan yang penuh kecemasan, kepanikan, kesedihan, kehilangan, rasa rindu yg terus menggelora diam-diam saat ini. Dan...entah perasaan apa lagi yang tidak bisa saya tukar dalam bentuk tulisan :-( Hello March... Tetapi bulan anda juga yang mengajarkan saya arti kesabaran, ketulusan, keikhlasan dan kebijaksanaan. Walau saya harus memutar otak 1000 kali untuk memaknai perjalanan hidup di bulanmu. Ya..March, your mounth make me growth up be a really woman^^ Hello March, Satu tahun lalu, Tuhan meminta saya untuk hidup jauh lebih mandiri dari apa arti mandiri yang saya ketahui sebelumnya. Tuhan meminta saya untuk hidup jauh lebih dewasa dari arti kedewasaan yg saya pahami. Dan satu tahun yang lalu, Tuhan meminta saya untuk memaknai apa arti "pengorbanan" yang sebenarnya dari kata "pengorbanan" yang saya kenal. Dan satu hal yang paling penting, Tuhan mengajarkan bag...

Hikmah Rajin Mencatat

Dulu waktu zaman sekolah, teman-teman bilang kalau saya super rajin. Ketika ada catatan, selalu aktif mencatat. Sehingga tidak heran, kalau sudah mendekati ujian, buku catatan saya gentayangan entah kemana-mana :-D Ternyata itu terus berlanjut hingga bangku SMA dan perkuliahan. Walau nyatanya kalau dikampus jarang sekali ada catatan layaknya masa sekolah dulu. Catatan-catatan saya sengaja saya buat semenarik mungkin. Mulai dari menyampul buku, menggunakan tinta warna-warni sampai membuat gambar/bentuk2 menarik di buku catatan tersebut. Oh iya, saya juga bukan typekal orang yg hobinya menceraikan buku2. Hahaha Apa itu menceraikan buku? Menurut saya pribadi, menceraikan buku itu artinya melupakan catatan lama dan meninggalkannya :-O Sehingga tidak jarang, kalau sudah naik kelas. Everything is new and old is memory :-) Tapi saya tidak. Saya suka menghekter buku-buku catatan dan menggabungkannya dengan yg baru. Jadi tidak heran jika buku catatan saya tebal-tebal. Karena kumpu...

SETIA MENANTI #Rossa

Aku merindukanmu Yang jauh tak tersentuh Yang selalu berjanji tak lari dari diriku Walau jarak memisah Walau hampa menyiksa Aku pun berjanji tak lari dari dirimu Sampai kau kembali Cintaku takkan berhenti Setia menanti...apapun yg terjadi Sampai kau kembali Cintamu jangan berpaling Setia menanti sampai kita bertemu lagi Sampai kau kembali Cintaku tak akan berhenti Setia menanti...apapun yg terjadi Dan...sampai kau kembali Cintamu jangan berpaling  Setia menanti (hadirnya dirimu) Setia menanti sampai kita bertemu lagi Kita bertemu lagi...

Bocah...Bocah... @,@

Hei man...what are you thinking about me? Seperti biasa, menunggu 80 terkadang menjenuhkan. O...o.. Hei, kamu tahu 80? 80 itu angkutan umum yg menjadi kekasih setiaku melewati hari2 di Medan sekarang. Dari rumah ke kantor - kantor ke rumah. Yaaa...begitulah. 80 itu adalah angkot langka dan menunggunya kudu jadi model jalanan 15 menit *lami pisan euy :-( Tapi yah mau gimana lagi, kalau tidak begitu yah tak berangkat :-O Sebenarnya ada angkot yg lain, tapi harus nyambung. Biasanya kalau keluar dari centre udah sore banget, baru saya nyambung. Soalnya kalau menunggu sampai 15 menit pun terkadang sia-sia. Kalau tidak penuh, ya...diturunkan di jalanan :-(( And last, saya nyambung dari Brayan City. Hahahaha Ok...kita skip cerita 80 karena saya bukan ingin membahas angkot tapi membahas bocah yg duduk sebagai penumpang di 80 kala itu. Itu bocah masih SMA, poster tubuhnya saja yg besar...mungkin kalau pakaian biasa, orang2 gak mengira kalau dia masih SMA. Lantas apa ceritanya??? ...